Ani Yudhoyono, Pemakaman Ibu Negara Yang Hobi Fotografi


Situs.RI.NET Suasana haru memenuhi pendopo Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat setelah jenazah Ani Yudhoyono, istri dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dipindahkan dari rumah duka untuk dimakamkan di taman makam pahlawan (TMP) Kalibata

Iring-iringan doa serta taburan bunga mengiringi peti jenazah yang membawa jenazah Ani setelah mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (1/6) di National University Hospital di Singapura, pukul 11.50 waktu setempat.

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berusaha tegar, meski tampak kepedihan menyelimutinya karena ditinggal perempuan yang telah mendampinginya selama lebih dari 40 tahun itu.

Tangisnya pecah ketika menyampaikan pidato dan kata-kata terakhir untuk melepas Ani.
Suaranya yang tegas berubah menjadi parau ketika menuturkan betapa tegarnya sang istri menjalani pengobatan kanker darah selama empat bulan, hingga akhirnya berpulang.

Setelah itu saya cium keningnya, saya ucapkan selamat jalan, istri tercinta. Good bye,” tuturnya.
Dia kemudian menuturkan selama empat bulan terakhir, anggota keluarga bergantian mendampingi Ani yang menjalani perawatan di National University Hospital di Singapura, melawan kanker ganas yang dideritanya.

Ibu Ani tahu bahwa penyakitnya sangat berat, ganas, agresif. Tetapi dia mengatakan kepada semuanya, ‘saya pasrah, tetapi tidak akan pernah menyerah’,” ujar SBY.

Dua hari sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir, kondisi Ani terus menurun. Tetapi, menurut SBY -yang menjadi presiden RI selama dua periode sejak 2004-2014- selama 24 jam menjelang ajal, sang istri berusaha terus bertahan.

Namun sayangnya, Sang Khalik berkehendak lain.

Padahal, harapan Ani untuk sembuh sangat tinggi. SBY menuturkan, jika sembuh, sang istri ingin melakukan aktivitas kegemarannya, seperti berkebun dan memotret.

“Cita-citanya banyak, ‘nanti kalau sembuh saya ingin antar cucu-cucu sekolah. Saya ingin kembali berkebun. Saya ingin fotografi lagi’,” tutur SBY, menirukan harapan Ani.

Fotografi memang menjadi kegemaran yang digeluti Ani Yudhoyono selama beberapa tahun terakhir.

Fotografer pribadi SBY ketika menjabat sebagai presiden, Anung Anindito, memperkenalkan hobi itu kepadanya.

Tak tanggung-tanggung, Ani belajar fotografi layaknya fotografer profesional. Kamera digital saku dan kamera digital SLR profesional adalah senjata andalannya.

Dia sering mengabadikan momen menggunakan kamera tersebut dalam sejumlah kesempatan menyertai kegiatan kepresidenan.

Ani Yudhoyono yang lahir pada 6 Juli 1952 lahir di Yogyakarta adalah anak ketiga ketika pasangan Letjen Sarwo Edhie Wibowo dan Sunarti Sri Hadiyah.

Dia menikah dengan SBY pada tanggal 30 Juli 1976. Mereka dikaruniai dua orang putra, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Sebagai Ibu Negara, Ani mendampingi SBY dalam dua periode kepemimpinannya, sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014.

Sejumlah laporan menyebutkan, Ani sempat kuliah Jurusan Kedokteran di Universitas Kristen Indonesia, tetapi pada tahun ketiga meninggalkan bangku kuliah karena pindah untuk mengikuti ayahnya yang ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

Setelah pulang ke Indonesia, dia menikah dengan SBY dan melanjutkan kuliahnya di Universitas Terbuka dan lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Politik pada tahun 1998.

Sumber : https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-48489632?ocid=socialflow_facebook&fbclid=IwAR1mXbEJGLq8Oak48UeJcEIK_OCB1gc2Qsj5w8YWD0mA5WRSTmCOPtKqLSo

Comments

comments