Bahar bin Smith dituntut enam tahun penjara dalam kasus dugaan penganiayaan


Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menuntut terdakwa kasus dugaan penganiayaan, Bahar bin Smith, dengan enam tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka berat dan melakukan kekerasan pada anak yang mengakibatkan luka berat.”

“Kami jaksa penuntut umum dalam persidangan ini menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung yang mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Habib Bahar bin Smith telah terbukti secara sah dan menyakinkan telah melakukan tindak pidana,” papar Purwanto dalam persidangan yang digelar di Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis

Tim JPU menilai perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur pidana dalam pasal yang didakwakan, yakni Pasal 333 ayat (2) KUH Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUH Pidana, Pasal 170 ayat (2) ke- 2 KUHPidana, dan Pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam menyusun tuntutan, tim JPU mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.

Hal-hal yang memberatkan, terdakwa pernah dihukum, perbuatan terdakwa mengakibatkan luka berat, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, terdakwa mengakui perbuatannya, terdakwa menyesali perbuatannya, dan telah ada perdamaian antara terdakwa dengan saksi korban Cahya Abdul Jabar.

Setelah tuntutan dibacakan, Ketua Majelis Hakim PN Bandung, Edison Muhammad, bertanya kepada Bahar apakah mengerti tuntutan yang disampaikan JPU.

“Mengerti. Dituntut enam tahun,” jawab Bahar yang mengenakan pakaian serba putih., seperti dilaporkan wartawan di Bandung, Julia Alazka, kepada BBC News Indonesia.

Hakim ketua lalu meminta Bahar berkonsultasi dengan tim Penasehat hukumnya yang kemudian menyatakan akan mengajukan nota pembelaan pada Kamis (21/6) mendatang.

Sidang dikawal ketat puluhan anggota kepolisian dari Sabhara Polretabes Bandung dan Polda Jawa Barat yang dilengkapi peralatan anti huru-hara. Satu unit kendaraan taktis juga disiagakan.

Setiap sidang, puluhan orang dari berbagai ormas pendukung Bahar Smith menggelar aksi di depan lokasi sidang.

Pada sidang tuntutan kali ini, massa pendukung Bahar memasang spanduk bertuliskan, “Kami rindu guru kami, Habib Bahar bin Smith.

Sumber: https://docs.google.com/spreadsheets/d/1G21CjkkTzN28pi02w_TPFeXZ8COCZ77xdzeTLLEgpyM/edit#gid=0

Comments

comments