Dijenguk Fahri, auditor BPK curhat uang Rp 1 M tabungan dari 2001

Dijenguk Fahri, auditor BPK curhat uang Rp 1 M tabungan dari 2001

Dijenguk Fahri, auditor BPK curhat uang Rp 1 M tabungan dari 2001

SitusRI.Net – Wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah melakukan kunjungan ke Polres Jakarta Timur. Dia mengaku, kehadirannya dalam rangka melihat kondisi pelayanan serta para tahanan selama bulan suci Ramadan.

Dalam kunjungan tersebut, Fahri berkesempatan bertemu dengan Auditor Utama BPK Rohadi Saptogiri yang ditahan dan dijadikan tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap surat Wajar Tanpa Pengecualian di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Tadi saya juga berkunjung ke tempat Pak Rohadi terkait kasus kemarin di BPK, beliau juga sehat, salat terus dan salat sunah, selama bulan puasa beliau hanya puasa dan baca Alquran agar bisa tenang,” katanya usai melakukan sidak di Polres Jakarta Timur. Senin (29/5).

Dia menceritakan, Rohadi sempat mencurahkan isi hatinya kepadanya terkiat barang bukti yang menjadi sitaan KPK. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah uang dalam brankas, sebesar Rp 1 miliar tersebut adalah murni dari hasil kerjanya.

“Iya curhat, tetapi ini akan menjadi bukti lanjutan dalam pemeriksaan nanti. Karena dia merasa tidak tahu menahu dengan uang yang dibawa itu. Dan rupanya uang itu jumlahnya hanya Rp 40 juta. Kalau uang beliau yang Rp 1 miliar itu adalah uang dalam brankas milik beliau yang kata beliau masih di tutup amplop gaji dan tunjangan,” jelasnya.

Fahri menambahkan, uang Rp 1 miliar yang disita KPK tersebut dari dalam kantor Rohadi merupakan uang hasil tabungan auditor tersebut selama ini.

“Jadi itu merupakan uang yang dikumpulkan dari tahun 2001 rupanya. Di dalam brankas beliau itu, karena beliau tidak semua uangnya dibawa ke rumah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia mengungkapkan, Rohadi dikenalnya sebagai pribadi yang sederhana.

“Kan saya tahu beliau orangnya sederhana kebetulan dulu pernah kenalan, jadi uang itu adalah uang yang tidak dibawa pulang ke rumah, dan ditaruh di brankas kantornya. Brankas di kantornya lebih aman rupanya. Saya kira itu saja,” tutupnya.

(Merdeka.com)

Comments

comments