Ide Aneh FIFA: Hapus Offside dan Pertandingan Jadi 4 Babak

Bukti Zlatan Ibrahimovic sudah berdiri dalam posisi offside. (Sky Sports)

Bukti Zlatan Ibrahimovic sudah berdiri dalam posisi offside. (Sky Sports)

SitusRI.Net – Gagasan aneh dikeluarkan oleh Direktur Teknik FIFA, Marco van Basten. Dia mengusulkan agar beberapa peraturan dihapus dan diganti dengan yang baru.

Usulan teraneh Van Basten adalah menghapus aturan offside dan pertandingan digelar selama 4 babak. Tentu, ini menjadi gagasan yang cukup aneh bagi beberapa kalangan.

Offside selama ini jadi aturan yang sering memunculkan berbagai drama serta kontroversi. Dari aturan ini, sering lahir berbagai drama.

Pelatih kerap mengeluarkan komentar pedas kepada wasit jika gol seorang pemain disahkan, padahal dia berdiri dalam posisi offside.

Selain itu, offside juga membuat setiap tim lebih kreatif dalam menyusun serangan. Mereka pasti memutar otak lebih keras agar bisa mencetak gol dengan cara yang cantik tanpa terjebak offside.

Aturan lain yang ingin dihapus adalah pertandingan yang digelar dalam dua babak. Basten berharap laga digelar dalam empat kuarter. Tujuannya tak lain melindungi pemain dari kelelahan dan cedera parah.

“Kami harus terus mencari cara untuk berinovasi dalam permainan,” kata Basten seperti dilansir Sports Bild.

“Lebih jujur, dinamis, dan menarik. Itulah tawaran yang menurut kami cukup atraktif. Banyak variasi yang harus diuji dalam beberapa tahun ke depan,” lanjutnya.

Sebenarnya bukan hanya offside dan durasi pertandingan yang diubah. Legenda Timnas Belanda dan AC Milan tersebut juga punya ide lain.

Kartu kuning dihapuskan. Pelanggaran nantinya akan dihitung seperti aturan di bola basket.
Jadi, pemain maksimal boleh melakukan pelanggaran sebanyak lima kali. Jika lebih, dia bisa dikeluarkan.

Berikut gagasan Basten untuk laga sepakbola:

  1. Hapus babak tambahan dan langsung penalti.
  2. Berikan waktu delapan detik, 25 meter dari gawang untuk mengambil penalti.
  3. Hapus aturan offside.
  4. Mainkan pertandingan selama empat kuarter.
  5. Lebih banyak pergantian pemain.
  6. Batasi pelanggaran, maksimal lima seperti di basket.
  7. Membatasi banyaknya penampilan pemain setiap tahun.

(Viva.co.id)

Comments

comments