Jihad konyol dua bomber di Kampung Melayu

Makam dua pelaku bom Kampung Melayu. ©2017 Merdeka.com

Makam dua pelaku bom Kampung Melayu. ©2017 Merdeka.com

SitusRI.Net – Aksi bom bunuh diri terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Dua bomber Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Pengamat Intelijen Prayitno Ramelan menilai teror diarahkan ke polisi sebagai aksi balas dendam karena banyak teroris ditangkap dalam kasus Cicendo, Purwakarta, dan Tuban. Aksi ini juga untuk menunjukkan eksistensi pada sel-sel terorisme lainnya di Indonesia dan di luar negeri.

“Ini orang-orang Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang memiliki hubungan dengan Aman Abdurrahman dan Bahrun Naim di Suriah. Dengan aksi ini mereka ingin menunjukkan bahwa mereka masih ada,” kata Prayitno, Selasa (30/5).

Menurut Prayitno, teroris di Kampung Melayu hanya prajurit yang menjalankan perintah dari strategi besar kelompok ISIS. ISIS dinilai sudah keluar dari ajaran Islam karena kerap menggunakan kekerasan dan perang untuk mewujudkan tujuannya.

“Itu karena mereka didoktrin hanya untuk berjihad saja, sementara pemahaman agamanya rendah sehingga mereka hanya melakukan jihad konyol,” tuturnya.

Prayitno tetap mengingatkan ancaman dari kelompok teroris meski kecil kemungkinan teror terjadi di bulan Ramadan. “Kita tetap harus waspada. Sel-sel kecil ini biasanya tidak berpikir pintar hanya sekadar melampiaskan dendamnya sehingga bisa melakukan aksi, terutama dengan sasaran aparat kepolisian,” imbuh Pray.

Sel-sel kecil itu, lanjut Prayitno, banyak yang tidak paham strategi besar ISIS yang ingin menunjukkan eksistensi. “Intinya mereka didoktrin balas dendam akibat kawan mereka ditangkap dan dihabisi polisi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, dua pelaku bom Kampung Melayu, Ahmad Sukri (AS) dan Ichwan Nurul Salam (INS) adalah anggota JAD (Jamaah Ansharut Daulah). Kelompok tersebut masuk dalam network ISIS yang merupakan sel di Bandung Raya.

“Ini adalah pendukung utama dari ISIS, ini kesekian kalinya network (jaringan) ISIS melakukan aksi di Indonesia termasuk aksi bom Thamrin,” ujar Tito di RS Polri, Jumat (26/5).

(Merdeka.com)

Comments

comments