Ketika Sandiaga kehabisan dana kampanye dan minta bantuan Prabowo

Anies-Sandi di rumah Prabowo. ©2017 merdeka.com/anisyah

Anies-Sandi di rumah Prabowo. ©2017 merdeka.com/anisyah

SitusRI.Net – Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mulai mengencangkan ikat pinggang untuk menghadapi Pilgub DKI putaran II, untuk menghadapi petahana Basuki T Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat. Pasangan nomor urut 3 ini mengaku dananya mulai menipis dan tengah memutar otak untuk tetap lancar menghadapi persaingan.

Salah satu cara dilakukan mereka, meminta dana dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Permintaan itu langsung dilakukan Sandiaga bersama pimpinan Partai Gerindra dengan mengunjungi Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat kemarin.

Sandiaga menangkap sinyal akan ada bantuan penggalangan dana kampanye dilakukan Prabowo. Menurutnya, ini bukan hal pertama dilakukan Prabowo. Sebelumnya Prabowo pernah melakukan hal serupa pada Pilpres 2014.

“Target belum dihitung tapi saya lempar konsepnya. Belum ada (uang dari kantong Prabowo) kalau ada Alhamdulillah,” kata Sandiaga usai bertemu Prabowo.

Keluhan masalah dana sebenarnya sudah dikeluhkan Sandiaga. Bahkan dia meminta para timnya berhemat dalam menghadapi putaran II ini. Itu dilakukan lantaran Sandiaga mengaku tak disokong dana konglomerat sehingga harus menekan pengeluaran selama kampanye berlangsung.

“Saya memberikan challenge kepada tim kalau bisa kita tekan serendah mungkin karena sumber daya kita paling terbatas dan tidak didukung konglomerat jadi kita harus menghemat sehemat mungkin,” ujar Sandiaga ketika di Posko Pemenangan Anies Sandi Rabu (8/3) lalu.

Sandiaga bercerita, selama kampanye ke warga selalu dilakukan berbagai penghematan. Semisal tak menggunakan panggung saat menyampaikan orasi politik. Terkadang dia naik ke atas kursi sebagai pengganti panggung agar warga yang datang bisa melihatnya dengan jelas.

Tidak hanya itu, Sandiaga juga meminta Prabowo kembali turun gunung buat melakukan kampanye. Dia meminta Prabowo menemui warga berada di bilangan Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Permintaan itu diduga lantaran dua wilayah tersebut masih basis terkuat kubu Ahok-Djarot.

“Kita mengevaluasi empat hari kampanye isu-isu apa yang ada di masyarakat. Saya juga melaporkan strategi untuk turun di daerah-daerah yang merasakan kemarin kurang sentuhan,” terangnya.

(Merdeka.com)

Comments

comments