Satu demi satu petinggi Demokrat merapat ke Ahok

Ahok-Djarot gelar jamuan makan di Dharmawangsa. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Ahok-Djarot gelar jamuan makan di Dharmawangsa. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

SitusRI.Net – Partai Demokrat gagal membawa jagonya Agus-Sylvi lolos ke putaran kedua Pilgub DKI 2017. Hingga kini, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu belum menentukan sikap bakal mendukung Ahok- Djarot atau Anies-Sandi nantinya.

Belum ada keputusan resmi, namun sejumlah kader Demokrat sudah mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan nomor urut dua Ahok-Djarot. Sejak awal, mantan jubir Demokrat Ruhut Sitompul memutuskan untuk melawan keputusan partai demi mendukung Ahok.

Bahkan Ruhut rela mundur dari anggota DPR karena keputusannya itu. Demokrat juga telah memberikan sanksi kepada Ruhut.

Selanjutnya, mantan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman. Dia juga sejak putaran pertama memutuskan untuk menolak dukung Agus-Sylvi, tapi bergabung bersama Ahok-Djarot.

Mantan peserta Capres konvensi Partai Demokrat ini menilai, Ahok sudah sukses membangun Jakarta. Oleh sebab itu, dirinya kembali dukung Ahok di putaran kedua Pilgub DKI 2017.

“Saya cermati, beliau berani menegakkan hukum. Yah saya harus katakan, Basuki dia bicara keras sering kali agak kelewatan, ditujukan pada siapa? Bukan rakyat biasa, tapi oknum birokrasi yang menyimpang dan melanggar sumpahnya sebagai pegawai negeri,” ujar Hayono, Minggu (12/3) lalu.

Rupanya, dukungan petinggi Partai Demokrat terus mengalir kepada Ahok-Djarot. Kali ini, Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Ajeng Ratna Suminar. Ajeng mengatakan, pihaknya resmi dukung Ahok karena SBY membebaskan kadernya untuk memilih.

“Lho kita sudah dibebaskan (Pak SBY) kok untuk memilih, sudah, sudah dibebaskan,” katanya di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/3).

Dia mengungkapkan, sengaja memberikan dukungan kepada Basuki atau akrab disapa Ahok itu karena memiliki program jelas buat warga Jakarta. Terlihat dari program semisal Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), dibangunnya taman secara simultan, dan pelayanan warga yang sangat baik.

“Jadi sudah teruji, kenapa harus pilih yang lain,” tegasnya.

(Merdeka.com)

Comments

comments